BERITA
oleh Farhatul Fairuzah perang di Syria
Jumat, 04 Mar 2022 09:00 WIB
0 komentar
BAGIKAN
URL telah disalin
Ilustrasi. Seperti apa sejarah penyebaran Islam di Ukraina dan kondisinya saat ini? (AFP PHOTO/GENYA SAVILOV)
Jakarta - Populasi muslim di Ukraina berasal dari penduduk asli Ukraina setempat, khususnya didominasi oleh etnis minoritas Tatar Krimea. Islam di wilayah ini memiliki sejarah panjang yang berusia ribuan tahun lamanya.
Menurut catatan dari Religious Information Service of Ukraine (RISU), kelompok muslim pertama yang mendiami Ukraina modern adalah orang-orang stepa. Dibuktikan dari praktik pemakaman muslim Ossetia-Alans pada abad ke-7 hingga ke-8, menurut para arkeolog setempat.
Meski demikian, para ahli masih kesulitan untuk menentukan tanggal pasti dimulainya penyebaran Islam di Ukraina. Namun, yang sudah dapat dipastikan menurut catatan sejarah adalah sumber pengaruh utama Islam di Ukraina yang dibawa oleh dua pengaruh.
Baca juga:
Sejarah Islam di Chechnya, Tak Patah meski Pernah Konflik
Pengaruh pertama berasal dari timur, tepatnya di wilayah Bulgaristan, Kaukasus Utara. Kemudian pengaruh selatan yang menyebarkan Islam di Ukraina, tepatnya berasal dari Krimea dan Turki.
Berdasarkan aspek historis, Krimea disebut sebagai pusat penyebaran agama Islam di Ukraina. Etnis minoritas muslim Kekhanan Tatar Krimea mulai terbentuk di sana pada pertengahan abad ke-15.
Selang beberapa lama, yakni pada tahun 1917, kelompok muslim kemudian mencakup sepertiga dari populasi Krimea dengan 11 persen merupakan penduduk kota. Di tengah kota Krimea, Bakhchisarai, sudah ada 18 masjid dan lembaga pendidikan yang berdiri sejak abad ke-18.
Meski pada abad ke-19, lebih dari 161 ribu penduduk muslim sempat meninggalkan semenanjung tersebut imbas dari konflik.
Kondisi Islam di Ukraina saat ini
Pada tahun 1991, kondisi muslim di Ukraina mulai membaik usai menghadapi sejumlah permasalahan. Meskipun sudah mulai membaik, hingga kini masih belum ada hitungan akurat seputar berapa total penduduk muslim di Ukraina.
Pihak Administrasi Keagamaan Muslim Ukraina Kamila Yurchenko mengatakan melalui Al Jazeera, setidaknya ada sekitar 400 ribu muslim yang mendiami Ukraina. Mayoritas dari jumlah tersebut berasal, disebut Kamila, berasal dari Tatar Krimea.
Catatan RISU juga menyebutkan, di Ukraina, sekarang sudah ada 391 komunitas muslim, 372 menteri muslim, 151 masjid berdiri, dan 6 masjid yang sedang dibangun. Selain itu, penyebaran Islam di Ukraina pun tidak terisolasi pada satu titik pemukiman muslim.
"Saat ini, komunitas muslim sudah tersebar dalam berbagai etnis di wilayah Ukraina. Mereka (kelompok muslim) membentuk tiga kelompok besar: Arah Spiritual Muslim Ukraina, Pusat Spiritual Komunitas Muslim Ukraina, dan Arah Spiritual Muslim Krimea," tulis keterangan RISU.
Di samping itu, ada lima pusat komunitas budaya muslim resmi yang berdiri di Ukraina. Beberapa di antaranya bahkan telah berdiri sejak Ukraina mengakui kedaulatannya pada 1991.
Baca juga:
Sejarah Perkembangan Islam di Rusia, Ada Jejak Leluhur Sunan Ampel
Kelima pusat komunitas budaya muslim resmi di Ukraina tersebut adalah Direktorat Spiritual Muslim Krimea (SDCM), Direktorat Spiritual Muslim Ukraina (SDMU), Pusat Spiritual Muslim Ukraina (SCMU), Direktorat Agama Komunitas Muslim Independen Ukraina "Kyiv Muftiat," dan Direktorat Spiritual Muslim Ukraina "Ummah" (SDMU "Ummah").
RISU menyatakan, pendirian pusat-pusat komunitas muslim di Ukraina semata-mata merupakan cara untuk melembagakan komunitas muslim di sana. Pendirian komunitas resmi tersebut, sambungnya, dapat membantu meluasnya penyebaran yayasan amal seperti, Yayasan CAAR, Al-Bushra, dan Life after Chornobyl.
Baca artikel detikedu, "Sejarah Islam di Ukraina, Sudah Ada Sejak Pertengahan Abad 15" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5967297/sejarah-islam-di-ukraina-sudah-ada-sejak-pertengahan-abad-15.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Baca artikel detikedu, "Sejarah Islam di Ukraina, Sudah Ada Sejak Pertengahan Abad 15" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5967297/sejarah-islam-di-ukraina-sudah-ada-sejak-pertengahan-abad-15.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Pasukan Israel Serang Jemaah di Masjid Al-Aqsa, Lebih dari 150 Warga Palestina Terluka
Yerusalem, Palestina - Pasukan Israel menggerebek kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Serangan mereka mengakibatkan setidaknya 152 warga Palestina terluka akibat tembakan peluru karet, gas air mata, dan granat kejut pada serangan saat subuh, Jumat (15/4/2022).
Bukan hanya melukai para jemaah, pasukan Israel juga menangkapi puluhan orang jemaah Masjid Al-Aqsa.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 152 orang telah dievakuasi dari masjid dan dipindahkan ke rumah sakit terdekat, termasuk banyak yang mengalami luka di tubuh bagian atas.
Rumah sakit Al-Makassed di Yerusalem Timur mengatakan mereka telah menerima 40 orang terluka dari Al-Aqsa, dua di antaranya dengan luka kritis.
Sementara menurut Direktur Masjid al-Aqsa Sheikh Omar al-Kiswani mengatakan, ada sekitar 400 orang ditangkap dalam serangan itu.
"Pendudukan bertujuan untuk menciptakan kekacauan dan menegaskan diri mereka di al-Aqsa," kata Kiswani selama wawancara telepon dengan Al Jazeera Arabic. "Mereka meninggalkan masjid dalam keadaan hancur."
"Apa yang terjadi hari ini adalah serangan terhadap semua jemaah yang damai. Ini adalah serangan terencana yang biadab terhadap jemaah," tambahnya.
Petugas Medis Dilarang Masuk
Penggerebekan dimulai sesaat setelah selesai sholat subuh, sekitar pukul 05.30 WIB, dan berlanjut hingga sekitar pukul 09.30 WIB.
Pasukan Israel menyerbu halaman masjid dari beberapa gerbang, memanjat atap aula kiblat–bangunan utama di situs tempat shalat berjamaah–dan mulai menembaki jemaah, mencegah petugas medis mengakses gedung untuk merawat para jemaah yang terluka.
Rekaman yang dibagikan secara online menunjukkan gas air mata dan granat kejut ditembakkan di dalam aula doa berkubah perak.
Setelah empat jam penyerangan, pasukan Israel membersihkan semua halaman masjid dari hampir semua jamaah. Mereka kemudian pindah ke jamaah di dalam aula kiblat yang menolak untuk dipaksa keluar. Lusinan petugas Israel memaksa masuk dan menembak langsung ke arah mereka, sebelum menangkap setidaknya 80 orang.
Akibat serangan pasukan Israel itu, bangunan-bangunan di dalam kompleks Masjid AL-Aqsa rusak. Beberapa jendela bersejarahnya juga dihancurkan oleh pasukan Israel, menurut saksi mata.
Petugas medis, jurnalis, sukarelawan masjid, dan wanita menjadi sasaran serangan, menurut laporan media Palestina. Wartawan Muhammad Samreen dan Rami al-Khateeb termasuk di antara mereka yang terluka. Setidaknya satu anak ditahan.
Sementara itu, penjaga Israel yang ditempatkan di gerbang masjid menghentikan warga Palestina memasuki situs tersebut menjelang salat Jumat, yang akan dimulai sekitar pukul 1 siang waktu setempat. Jemaah yang datang dari Tepi Barat yang diduduki dan di dalam Israel diizinkan masuk tak lama setelah itu.



Komentar